Penisnya yg dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yg mencengkeram erat.Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Bokepi …sshh.. mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. Lunaaa nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yg luar biasa..! Tubuhku yg telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yg maha nikmat yg belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.Budi memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas.“Luna aku belum keluar sayang..! putaar.. genjoott.. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Budiiii..sudah terlalu jauh Bud..” desahku di sela-sela ciuman panas kami.Aku agak lega




















