Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku.. Bokep Pipit.. Pantas saja dia berani merantau keluar negeri, pikirku. Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula. Akupun membalasnya dengan buas. Begitulah akhirnya aku dan Pipit berkenalan pertama kali. Mungkin karena sudah mulai akrab aku enggak langsung pulang. Tak seberapa lama Bu Murni keluar. Yang ada tiba-tiba seorang gadis umur kira-kira 20 tahunan keluar dari rumah membawa gelas dan kendil air putih segar. Ingin rasanya aku gendong tubuh Pipit untuk kurebahkan ke dipan, tapi urung karena Ugi yang tadi disuruh Pipit memanggil ibunya sudah datang kembali.




















