Dan begitu sampai mereka langsung masuk rumah. Vannesa hanya bisa diam meski lidah Jay dengan leluasa telah mengait – ngait lidahnya dalam mulutnya… agak lama…. Bokepi Menariknya mendekat kearahnya. Vannesa rebah di pangkuan pada paha kirinya Jay.Vannesa memegang lengan Jay. Kadang dia tidak ke Padang, hanya ke Bukittinggi, Vannesa juga ikut menumpang, lalu dari Bukittinggi Vannesa naik travel atau bis. Tubuhnya mulai bersandar ke bahu lelaki tersebut. Lalu Vannesapun meluluskan permintaannya. Selang sekitar 25 menit kemudian Jay menghentikan perbuatannya.”Indak usahlah disiko, daerah iko agak angek, acok tajadi parampehan (Jangan disini, daerahnya rawan sering terjadi perampasan)” ujarnya kuatir kemudian.Vannesa diam, membenahi pakaiannya mulai dari kaos dan penutup kepalanya, juga membenahi napasnya yang sempat memburu disertai gairahnya yang sempat meninggi. Lalu ia berkata.“Abang mau pergi




















