Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Lo balik aje ude.” Namun dewi cuma menjawab “Oooohh” dengan intonasi layaknya orang sedang marah.“Iye dah iye gue send loc, bawel lo ah. Bokepi Aku-kamu, bahagia, nyaman. Tiap malem ultah selalu kabur begini” sambungku yang mencoba mengalihkan arah pembicaraan.“You know lah wi, kenapa gue lebih seneng begini tiap kali gue ultah” jawab Bondan lirih.“Lo masih keinget ama kejadian itu ? Sesaat aku dibuatnya mematung, namun itu tak berlangsung lama. Ku perhatikan wajahnya yg begitu manis dan manly hingga tanpa aku sadari tanganku bergerak mengusap wajah dan keningnya. Dan kenapa lo bangun pas gue nyium jidat lo sih.” Bathinku.“Wiii, halooooooooo….” Sembari mengoyangkan tangan seolah-olah menyadarkanku.“Haaaahhh.


