baik dikamar kostku maupun dirumah Shintia ketika ortunya ga ada dirumah.Sampai akhirnya aku harus pergi karena aku ditugaskan di luar pulau oleh kantor pusat. Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang..! Bokepi Benar-benar kebelet pipis, sudah di ujung lah. sambil gugup aku membalikkan badanku dan memandang Shintia yang masih berdiri tetegun dengan tingkahku barusan.” eh….sorri ya Shin, aku lupa kamu ad disini…”
” E e e…nggak koq mas, nggak pa pa…” suara Shintia terdengar gugup bercampur malu. Semprotan terakhir membuatku lemas dan terjatuh menindih tubuhnya.Beberapa lama kami berdua berdiam dengan penisku masih tertancap pada lubang miliknya. ” Iya mas dikit…”
” Masa cuma dikit??” kataku menggoda Shintia.




















