Beberapa saat kemudian…“Mas… Ammpun… Aku mau keluar laagi… Mmass” kedua tangan Ica membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya. Bokep Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Ica.“Aku sudah di parkiran terminal nih,” jelasku.“Oke deh aku ke situ” jawab Ica.Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Ica nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xxx (nomor Ica).“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?” tanya Ica.“Ooke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00” jawab Ica.“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman”




















