semakin lama desahanya semakin jadi “wow, yess ah yess”, semakin lama temponya semakin cepat. Bokepi kemudian saya oleskan susu kental manis coklat itu sampai memenuhi penis ku dan dan kuberi ceres warna-warni di penisku “biar mbak nggak takut, ini saya beri coklat bia enak oralnya, emut sam pai habis” “iya mas” “jangan lupa, jangan sampe burung mas kena gigi, nanti lecet” kemudian dia mulai menjilat penis saya, awalnya menjilat tapi kelama-lamaan mengemut “ah enak sekali paini terus ahh yess” yang lama kelamaan sampai mulutnya penuh dan saya menjambak rambutnya. kemudian dia datang dan membersihkan meja dan menyuci piring dan saya ke ruang keluarga dan sekilas melihat tv yang sudah hidup yang ditonton oleh nya. ya seputar kehidupan saya di sekolah dan cerita dia.




















