Kuperhatikan dengan lega tidak ada penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan. Lia mengangguk pelan sambil terrsenyum. Bokepi ‘Mr. Baru pagi ini aku perhatikan pembantuku ini, not bad at all. Sensasinya pasti sungguh besar, sehingga tanpa sadar Lia menggelinjang-gelinjang keras. Entah keberanian dari mana, aku bangun sambil memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Setelah ketiaknya terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku terlihat bulu ketiaknya cukup lebat. Namun aku perhatikan dia masih terus mengerjakan pekerjaannya sambil tidak menunjukkan perasaannya. Lia ikut bersama kami hingga tahunan, sampai suatu saat dia dipanggil oleh orang tuanya untuk dikawinkan. Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap. Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira. Penny’ku yang membesar dan memanjang, terpampang jelas di depan matanya.










