Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. Bokepi Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui Ananda dan kedua orang tuanya. “Maaf Diet.. “Lagu ini akan saya persembahkan buat pengunjung yang ada di meja nomer 5, yaitu Ananda bersama kedua orang tuanya dan semoga makan malamnya berkesan dengan hadirnya lagu ini” sahuntuku spontan. Eh”jawabku gugup. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi.




















