Lalu aku melepaskan celana ku. Bokepi “Cowok yah.” Kata ibu ku. “Em..jarang sekali cowok mempunyai lesung di pipi,” batinku.“Ya udah, toh masih ada hari esok,” ujarnya. Biasanya mereka kalau mau berangkat ke tempat warung remang-remang yang mereka kelola, selalu berdua. Tetapi kamu, pintar menepati keadaan, padahal kesempatan banyak untuk berbuat, tapi sungguh ia menjaga etika dan adab, itulah yang membuatku kagum padanya.“Eh..jam berapa ini?” Rian membuka suara. Waktu hampir menunjukan setengah delapan kurang berarti aku telambat, karna memang hari ini akan ada acara OSIS, jadi harus pagi sekali aku berangkat ke-sekolah.Terbiasa hidup sering di tinggal orang tua membuatku menjadi gadis belia yang bebas tampa ada yang melarang kemana pun aku pergi bermain. Namun desahan ibu ku membuat aku semakin penasaran untuk melihatnya lagi.“Ah




















