“Ray! Bokep Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Hei!” Jay berteriak gaduh. Itulah Chie. “Cukup segitu?”
Jay terdiam. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. Huh? “Sebelum aku menjadi milik bule. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain. Karena Chie lebih memilihku. Jay, kembaranku. Aku dapat merasakannya dari setiap pertemuan kami, dan aku menghargainya. Sementara kurasakan cubitan jari-jari mungil itu di pipiku.Malang, pukul 01:15 WIBAku menikmati udara malam pegunungan ini, seakan-akan aku sendirilah yang memegang peranan hantu dalam kegelapan ini. “Bisnis,” Chie mendesah.




















