Pikiranku menjadi kacau. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Bokepi kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. Saat itu yang kurasakan hanyalah ketegangan akan situasi di sekelilingku, bercampur rasa yang sulit dilukiskan oleh kata-kata.Kiranya mulut tak bergigi itu telah begitu hebat merangsang organ tubuhku sehingga menjadi bertambah besar dan panjang. Kutengok Linda masih tertidur pulas menghadap ke dinding. Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam mimpi.Aku terbangun karena hawa udara yang terasa panas.




















