Sebagai seorang istri yang berusaha berbakti kepada suami, aku memberikan gelang itu. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami.Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Aryo berusaha menghindari. Bokepi Seketika itu juga aku membenci suamiku. Ketika pertama kali aku mengenalnya, dia adalah laki-laki yang baik dan selalu menjagaku dari berbagai godaan laki-laki lain. “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja. Bahkan sampai larut malam.Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat. “Aku sudah tidak tahu lagi dengan apalagi aku harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aku tidak bisa membayarnya sampai




















