“Ahhh… ehhh… eeennaakkhhh…” ujarku sambil memegang kepalanya
seolah-olah aku sedang menyetubuhi mulutnya. Akhirnya 5 menit kemudian tubuh Bu Lia
menegang dan ia memeluk dengan erat sekali dan ia berteriak. Bokepi tidak apa kok Bu..” ucapku sekenanya. “Jadi… Bu..?” tanyaku tidak sabaran. Aku
bertanya-tanya dalam hati ada apakah gerangan, sekilas terpikir olehku
ia akan mengajakku melakukan… Tapi kubuang pikiranku itu jauh-jauh
takut-takut nanti ia bisa mengerti pikiran orang lagi. Karena sering melirik maka ia mengajar pelajaran jadi
sering salah, ini terbukti dengan perkatannya, “Kok saya sering salah
yach..” hal ini dikatakannya setelah ia berbuat kesalahan untuk
kesekian kalinya. “Ndra… bantu Ibu ya, puaskan Ibu…”
“Tidak mungkin Bu…” aku setengah menolak tapi tidak mencegahnya untuk membuka kancing kemejaku satu persatu. Terbayang olehku pasti enak sekali jika
batang kemaluanku yang ada di dalam liang kemaluannya ini.




















