kamu tidak perlu nganter aku.. Bokep Mas,” dia berbicara tanpa menoleh ke arahku. khayalanku semakin jauh. Dia melirikku sebentar lalu matanya tertuju lagi ke layar komputer, sambil menjawab, “Iya.. Aku bisa pulang sedirian.. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.” “Rumahnya deket sini?” “Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya. Udah malem.. Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal. Uhh” aku terkejut karena kemaluanku yang sedang menegang itu rasanya mau patah diduduki pantatnya. “Tapi.. Hangat sekali. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. Kembali dia membisu. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. kamu tidak perlu nganter aku..




















