Pandi sekarang sudah menancapkan k0ntolnya kedalam Lubang pantat Mbak Rini, gerakannya masih pelan, karena ia merasa kesulitan mengoyak anus sempit itu. Bokepi “aduh ,mbak, tolong di emut saja k0ntol saya, biar cepet hilang sakitnya”,
“iya deh, siap” Lalu segera K0ntol yogi dikulum dengan cepat oleh Rini yg sudah Ahli itu, Yogi geleng geleng ke eenakan. “Eri, Pandi, meres susunya syudah blum?”,
“Anu,eeeh, gelasnya udah penuh”,
“bagus deh, tapi itu susunya masih keluar, gimana nich?”,
“Kami sedot saja kak, pake mulut”,
“nah, sip, pinter dech, cepet tuh kenyot tetek akuh, nanti air susunya mubazir”. “uuuuufh, nakalnya kalian….mmmm….Masak gini doang? Sungguh beruntung anak anak ini. Ia menelan liurnya, ia menggelengkan kepalanya, ia hanya berdiri memegangi dua gelas kosong. “Eri, Pandi, meres susunya syudah blum?”,
“Anu,eeeh, gelasnya udah penuh”,
“bagus deh, tapi itu




















