Aku sudah bawa “peralatan tempur”, tas kamera di satu tangan dan tripod di tangan satunya. Dan tahu-tahu saja aku sudah merangkul Belinda, mengusap-usap punggung dan rambutnya. Bokepi Kuperhatikan tubuh jangkungnya jadi lebih montok. Luas dan kelihatan cukup mewah.“Mau minum dulu, Om?” Belinda menawarkan.“Oh, gak usah repot-repot,” kujawab basa-basinya.Ketika itu Belinda mengenakan gaun santai merah bermotif kembang, tanpa lengan dan panjangnya mencapai di atas lutut, dan kedua kakinya dibungkus stoking. Kita coba, ya?”Sore itu berangin. Dia cuma teman anakku. Aku jalan ke sofa dan duduk di sebelah Belinda.“Om rangkul aku sambil pegang tetek aku ya.”Siapa juga yang bakal nolak? Tapi, ya, Belinda baru umur 18. Aku sendiri memang suka memotret—tapi bukan fotografer profesional.




















