Gedoran bertubi tubi di pintu depan membuat Andhika terloncat dan atas sofa.Panik mencari pakaiannya yaang terhempas entah ke mana. Dia mengabari saya katanya hendak menikah sekitar dua bulan lagi.”“Jadi.. Bokepi Berbatang-batang rokok tidak jga membuat dirinya segar untuk kemudian terus mencari di mana Annisa berada.Tanpa disadari Andhika telah mengarahkan mobilnya ke arah Jalan Kinameng. Dia tidak mau kulit tubuhnya disentuh laki-laki walau cuma sejengkal.Annisa bukan perempuan murahan. Sarang laba-laba jga menggantung di hampir semua sudut rumah. Tiga bulan sudah Andhika berusaha mencari tahu keberadaan Annisa. Kepedihan dan rasa putus asa mulai menyelinap di dadanya. Yaang ada adalah debu dan kotor di sana-sini. Lalu mereka bersembunyi di balik moderenisasi untuk bisa terjun ke dunia bebas sebebas-bebasnya!Hingga selepas maghrib Andhika belum beranjak & kamarnya.




















