Istriku Digilir Habis-habisan Oleh Sahabatku Sendiri

Ucapan Fachdat mengangkat semangat kecewanya. Bokepi Seketika ia mengernyitkan alis mata.Kok kamu muram, Nit…? Sesaat ia membalikan tubuh ia berpapasan dengan sang nyonyanya itu.Jadi nyonya ke rumah sakit sebentar lagi … tegur bi Murni, mengangguk tanpa jawaban dan kemudian berlalu ke dalam kamar. Penasarannya tak henti-henti menghan-tui jalan pemikirannya. desisnya lirih dan bergetar.Kangkangan kedua belah pahanya semakin ia perlebar sehingga bibir nonoknya yang kian melebar itu, ikut berkeriput mengikuti keluar masuknya botol limun yang cukup besar itu.Kedua belah tangannya ia hamparkan memegang pangkal botol, kakinya ia kangkangkan agar ia merasa mudah menekan dan menariknya. Mengarahkan diri karena takdir, dan tidak bisa menyalahkan siapa siapa, yang salah adalah penyakit yang pernah dialaminya.Demikianlah kehidupan Bahri yang telah ber-juang, berupaya, menahan segala resiko karena menyakit laknat

Istriku Digilir Habis-habisan Oleh Sahabatku Sendiri

Related videos