Wajar saja jika ia merasa aneh melihat tingkah laku para pengunjung tempatnya bekerja. Pulang paling cepat, pukul 04.30. Bokepi Gue pulang sendiri menumpangi taxi. Dan biasanya adegan ‘hot’ seperti itu berakhir di tangan sekuriti,” cerita pengagum Andi Alfian Mallarangeng ini.Sudah pasti, kejadian-kejadian yang lebih ekstrim dan cenderung anarkis tentu sulit terhindarkan di tempat semacam itu. Jauh-jauh menyeberangi lautan untuk mengadu nasib di kampung orang, dan akhirnya bekerja di malam hari saat di mana sebagian orang telah tertidur melepas penat.Menurut penuturan Hera, bekerja sebagai server klub malam bukanlah pekerjaan yang mudah. Mau enggak jadi pembantu di rumah gue?…sekalian jadi istri kedua,” lanjut Hera menirukan ejekan seorang pengunjung.




















