Obrolan di telepon membuat pikiranku bertambah jorok. Dalam posisi di atas, gerakanku lebih leluasa. Bokep Aku hampir-hampir tidak bisa ngomong waktu denger suara Tante Ning yang merdu. Tidak lama, Tante Ning keluar kamar, tapi aku tidak melihat dia membawa kado. Aku tidak berani membalas tatapan matanya. Aku duduk di sofa sambil membuka sepatu. Di rumah cuma ada Tante Ning dan si Mbok. Aku ingin membuka mata, tetapi takut. Dia bilang, seharusnya sweet seventeen dirayakan secara khusus. Menyesal, takut, malu, campur aduk jadi satu.Tiba-tiba Tante Ning menangis sesenggukan. Putih, besar, bulat, kencang dan padat. Tante Ning memalingkan mukanya menatapku. Vagina Tante Ning mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagian liang vaginanya yang telah dibanjiri lendir.




















