“Ehh.. “Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Bokepi Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Udah malem.. “Namamu siapa?” aku tampaknya agak bisa mengendalikan keadaan. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat foto-fotomu di tempat dia.”Kali ini dia menatapku dengan tajam. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. “Kamu tidak.. selesai deh,” dia membereskan kertas-kertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja. gambar-gambar gituan yaa?




















