Apa boleh buat, rahasia sudah bocor. Dan itu, entah Budi sadar atau tidak, benar- benar secara tidak langsung mengiyakan Edwin. Bokepi Jantungku berdetak cepat, dan antara ingin menghentikan Timo dan —entahlah. Mereka terlihat masih curiga. Keras. Ini yang berbeda: sebelum-sebelumnya tidak ada Budi. Salah, aku kaget bukan karena itu. Timo!” “Bentar, bentar,” potong Edwin. “Ogah juga gue dengernya,” katanya sambil pergi meninggalkan kita.“Yuk Timo,” ajaknya. Aku pun berpikir Timo ingin menjantani Budi, tapi rupanya bukan itu yang ada di pikiran Timo. Tidak seperti kontolku dan kontol Budi yang panjangnya tergolong normal, kontol Timo panjangnya lebih dari 18 senti. Timo blasteran Indonesia dan Swedia, dan untuk ketampanan dari satu sampai sepuluh aku nilai dia sembilan —kurang satu karena dia suka kucel ngga mandi, ahem,











