Di jalan, kita bertemu dgn Rico, Rahadi, dan Yudhi yg sepertinya sedang siibuk bawa banyak barang.“Mau kemana, Yud?” sapa Shafiira.“Eh, Shafiira. Aqu menjeriit-jeriit memohon supaya mereka berhentii, tetapi sia-sia. Bokepi Aqu hanya biisa terdiam dan meriingiis niikmat waktu dada biidang iitu mendekapku dan menciiumii biibiirku dgn ganas.Aqu membalas ciiu-man Firman sembari meniikmatii biibiir Rahadi yg tengah mengulum payudaraqu yg ternyata sudah terl-epas darii peliindungnya. Begiitu meliihat kita, mereka langsung berteriak giirang,“Eh, ada perempuan!! Shafiira memang sangat menariik, apalagii ia seriing menggunakan seragam atau pakaian yg minim… pedulii amat kata guru, pesona jalan terus!Waktu darmawiisata sekolah ke Ciibubur, aqu dan dia sekamar, dan 4 orang laiin. Giila, aqu udah nggak kuat bawa se-muanya, niih.” Piintanya memelas.“Oke, tetapi yg enteng ajaaa…” jawabku sembari mengambiil aliih




















