Kami sering ngobrol bertiga dengan candaan-candaan biasa. Bokep Terlihat sangat besar bongkahan pantat Dina. Aku menjadi bingung antara Dina yang sedih dan juga aku yang sudah bernafsu. Akhirnya setelah kami agak merasa tenang akupun melanjutkan perjalanan, dan dalam perjalanan aku mengobrol dengan Dina. Walaupun aku dan Amar sudah tidak sekantor lagi tapi setiap malam aku masih sering maen kerumahnya dan bisa dipastikan hamper setipa hari. Namanya Dina, orangnya cantik, putih bersih, badannya ideal dengan tinggi sekitar 167cm dan berat badan sekitar 60kg, terlihat tubuhnya begitu molek.Ceritanya begini, namaku Burhan, aku berteman dengan Amar saat aku sekantor sama dia disauatu perusahaan swasta dikotaku tinggal.














