“ Mang Diman memberikan-ku dua buah pilihan sambil terus menusuk-nusukkan kedua jarinya. Bokepi mmmmhhh….”Mang Diman menatapku kemudian wajahnya menunduk, bibirnya melekat dibibir mungil-ku. “Enak aja…, siapa yang nggak bisa tidur, lagian siapa yang mau nyium kamuummhhhhh….” Ridwan menyumpal bibirku, aku segera mendorong dadanya agar ciuman kami terlepas, wajahku terasa hangat. “Koqq gelap ya ?? Tokkkkkkkk….“ Ridwan mengetuk kepala HendraSi pengacau itu buru-buru melompat ke belakang ketika Ridwan hendak menjitak kepalanya sekali lagi, terdengar suara tawanya yang menjauh, dan menghilang di balik pintu gerbang rumah kost. “ tubuhku tersentak dan sedikit meronta ketika mang Diman membelitku sambil membenamkan wajahnya pada belahan dadakuAku berusaha meronta untuk menyadarkan akal sehatku sedangkan mang Diman terus menyerang mencumbui susuku untuk menenggelamkan kesadaranku. “WADOOOHHHHH…. “ANJINGG….!! “ aku tambah kelabakan




















