Kan bercanda aja. Bokepi Panggil saja aku Ditto, 28 tahun. “Hello, Karen!”, sapa-ku. Bukan membuat kami terangsang, tapi merasa risih. Yang mana membuat aku menjadi gelisah kembali, dan ingin mengatakan kepada-nya bahwa aku telah mengintip dia mandi, dan ingin meminta maaf atas kejadian itu. Tiap malam sepulang kerja dari kantor-nya, Karen selalu menelpon-ku menanyakan apakah aku ingin makan sesuatu. Bisa dikatakan bahwa saat itu pula saat terakhir aku melihat diri-nya. Semalem juga aku dah ngga kuat, badan lemas, gimana mau ngerjain Karen. Setelah selesai makan malam, Karen memberiku obat lagi. Kulit Karen putih dan lembut. Sekarang dah bangun sendiri kok.”, jawab-ku malu-malu. Juga mencegah kecurigaan Karen apabila pintu kamar mandi tersebut tertutup rapat. Karena terlalu banyak tidur, aku susah tidur kembali, jadi aku




















