Rupanya mang Narko berhasrat menusukan k0ntolnya secara penuh ke dalam memekku.“Iya, kakang tahu itu. Bokepi Sudah pahamkan?”tanyanya setelah penjelasan tadi.Aku mengangguk kecil.“Berarti ndak kuatir lagi digituin sama mang Narko kan?”susulnya lagi.Aku ragu. Nah..si Non lemesin aja badannya.Ndak usah tegang, ya” ujar mbak Siti kali ini kepadaku.Jantungku berdetak cepat. Lalu kami melanjutkan tontonan kami hingga selesai. Ia kembali mengambil ancang-ancang. Kali ini lidahnya menyapu lebih perlahan. Seakan semuanya berubah menjadi putih. Aku masih tetap tergolek menyamping di ranjang mereka di antara ke dua suami-istri itu. “si Non kapan dapet mens-nya?”
“10 hari lagiii mbakk…” jawabku heran di sela-sela deraan nikmat yg menyengat itu.




















