Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Bokepi Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah. “Mas.. gila.. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Mamah juga Mas.. Mamah gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya.




















