Setelah kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepadanya.Motor kustarter, dia duduk dibelakangku. Bokepi “Udah enggak sih… cuman dah lama gak kemasukan, apalagi segede punya emas?” jawabnya senyum dikulum. “Mas juga sama kok perasaannya dengan kamu sayang” kataku menghibur. Namanya rejeki gak lari ke mana, sorak hatiku.Sampailah kita di daerah pantai Parang Tritis, angin laut selatan menyambut kita disertai dinginnya musim kemarau bulan Agustus. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. Perlahan aku arahkan penisku ke tengah selangkangan Ika. Tiba-tiba dia menelungkupkan wajah ayunya ke atas meja sambil menangis. “Enggak tau, aku lagi males pulang” cemberutnya sambil terus mencubit pinggangku.Kuhentikan motorku di tepi jalan. pokoknya aku males pulang ke kostan”. Aku mencopot baju dan celanaku serta celana dalamku sambil mengelus penisku “sabar ya sayang, nanti kukenalkan pasanganmu”




















