Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Bokepi “Maria, kamu adalah milikku seorang.. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Aku lumayan capek, tapi aku senang. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu..




















