Keadaan ini membuat Irmawati semakin terdesak. Sampai paginya Irmawati tersadar setelah pingsan di dalam bedeng proyek tersebut. Bokepi Bedeng tersebut kosong, karena ditinggal pekerja proyeknya selama beberapa hari
.Mereka berenam kemudian menyekap Irmawati yang meronta-ronta di dalam bedeng tersebut, sambil tertawa2 dengan mulut yang bau alkohol menyengat. Tak lama, pria tersebut mendorongkan pantatnya dengan kasar sehingga penisnya bergerak menusuk kemaluan Irmawati. 6 pasang mata yang terlihat merah karena bir pletok yang mereka beli hasil mengamen itu melihatnya dari atas ke bawah, lalu ke atas lagi, lalu ke bawah lagi, sambil menahan air liur membayangkan kemolekan tubuh Irmawati yang pada saat itu mengenakan rok selutut dan kemeja warna putih, yang menerawangkan bra hitamnya. Tubuhnya pun penuh cupang dimana2.




















