Dia baru berhenti setelah kami tidak terlihat dari arah jalan raya karena terlindung pepohonan.Nyonya Hana lalu menyuruhku turun. Bokepi Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Aku langsung tertidur dan baru dibangunkan oleh Nyonya Hana dini hari keesokannya. Saat itu matahari bersinar terik tanpa awan sedikit pun yang menutupinya. Kini tubuhku telanjang bulat tanpa selembar kain pun. Nyonya Hana meyuruhku untuk masuk ke dalamnya. Di sana tangan dan kakiku diikat dengan tali, kemudian pintu kamar mandi dikunci oleh Nyonya Hana. Aku berteriak histeris. Tar! Sekian banyak tetes lilin mengalir deras di daerah pantatku. Dia menungguku di sana sambil tertawa terbahak-bahak melihatku datang. Setelah puas menyiksaku dengan sadis, Nyonya Hana melepaskan ikatanku dan juga jepitan buaya di putingku. Aku diolok-olok di depan umum




















