Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. Bokepi Dan aqu selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda.“Iya, Tante. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Lidya hanya diam saja.“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan.“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aqu datang ke rumah Lidya. Namun tetap saja aqu tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaqu polos.“Aqu mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.“Cinta..?” aqu mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum.




















