Aku langsung ingin mengutuk diri. Bokepi Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Aku serius soal ini. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Malam semakin larut. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Dia benar-benat ulet. Dia benar-benat ulet. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Pikiranku mendadak kacau. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut.




















