Tuduhan semacam itu tidak kusukai. “Hey !” seruku. Bokep Persetubuhan pertamaku. Ia tertawa. Kubungkukkan punggungku, meraih puting buah dadanya dengan bibirku. Segenap otot di tubuhku melemas. Kutepis lengannya. “Aku…”
“Ssshhh,” jemari telunjuknya menempel di bibirku. Masih kudengar ia tertawa di belakangku. Jemarinya bergerak lagi. Saat aku bergerak hendak bergeser, jemarinya meraih lenganku. “Tidak, wajahmu barusan, seperti anak kecil yang baru saja memecahkan kaca jendela. Sedikit kekecewaan timbul di hatiku. Kudorong pinggangnya sedikit menjauh. Saat kubuka mataku, kulihat ia menatapku. Aku terkejut saat melihat ada air mata di situ. “Aku…aku ingin melihat..,” bisikku tanpa memandang wajahnya. Pelukannya di leherku terlepas. Tapi akhirnya kutekan pedal gas dan melajukan mobil menuju rumahku.“Well, home sweet home,” ucapku setelah menghentikan mobil di tepi trotoar. Aku memandangi jemarinya yang menyusup




















