Malu sekali!“Nah, coba kamu lepas celana panjang dan celana dalam kamu. Astaga! Bokepi Tapi saya menurut saja.Saya tanggalkan seluruh celana saya, sehingga saya telanjang bulat di depan Dokter S yang bak bidadari itu. Dokter yang ternyata bernama Dokter S itu menghampiri saya dengan berkalungkan stetoskop di lehernya yang jenjang dan putih.“Kamu pernah menderita penyakit berat? “Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya.” Dengan stetoskopnya, Dokter S memeriksa tubuh saya.Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada saya, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh saya. Amboi, cantik juga dia. Ternyata Dokter S mengetahui apa yang terjadi di selangkangan saya.Aduh! Terangsang saya ya?” Mati deh! Seketika itu juga saya menjadi bersemangat kembali.“Selamat malam, Dok”, sahut saya.Ia tersenyum.




















