Tapi setelah punya anak 2 sekarang ini, aktifitas itu berhenti karena usia Papanya yang sudah uzur. Setelah beberapa menit, telinga Fenty
– menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Bokepi “Lebih hebat dari Mama kamu,” kata Papanya lagi. “Fenty sayang Papa…” bisik Fenty sambil tersenyum. Lalu mereka segera masuk kamar. “Papa juga sangat sayang kamu,” kata Papanya. “Mmhh…”
lelaki-lain-selain-suamiku suara Papanya tertahan karena masih berciuman. Apalagi bila Papanya hanya memakai kolor saja. “Gantian dong…” kata Fenty sambil bangkit setelah beberapa waktu. Sesuai dengan penuturan Fenty, sejak saat itu hampir tiap hari Fenty dan Papanya bersetubuh pada jam istirahat siang. Sementara tangannya dengan segera meraih kontol Papanya yang sudah tegang besar. – Fen, kita ke motel dulu, ya..?” ajak Ganjar. Ohh.. Darah Fenty berdesir karenanya.




















