Waktu itu Ningsih sudah berusia hampir 26 tahun dan untuk wanita seusia itu pantas untuk segera berumah tangga. Dia nggak nanya tuh, kenapa nggak ada darah perawan Mamah di sprei, ah.. Bokepi Kujilati kupingnya, jidatnya, hidungnya, matanya sampai Ningsih menggelinjang- gelinjang ketika kujilati dan kugigit kupingnya. Dia tetap menunduk dan air matanya mulai meluncur menetes di tanganku yang sedang mengelus mukanya. ooogghh, teruuusss… Paahh, lidahnya kayak kontoool.” Dia terus melenguh seperti biasanya, dan lenguhannya ini yang tak bisa kulupakan. “Paahh, oggghh… pahh”, sambil melumat bibirku dan menggigitnya. “Oh, gitu ya, kamu memang egois, kamu nggak mau ngerti, mau menang sendiri, kamu selalu mengungkit perkawinanku, padahal semuanya terjadi bukan karena mauku.




















