Putingnya ia pilin-pilin dengan mesra. Hamzah hanya nyengir kuda lalu mencium lembut kening wanita itu. Bokep Arline mengerang, mendesis dan melenguh. Ia menjalani rutinitas ekstranya seperti biasa, ia menjemput Arline pada waktu dan tempat yang sama. Setahun setelah perpisahan mereka di bandara, ia berhenti menjadi wanita simpanan si direktur yang mulai berpindah ke lain hati. Hasil kerja keras, pengalaman dan tabungannya selama ini telah mengubah nasibnya, kini ia telah memiliki sebuah perusahaan travel yang sangat berkembang, bahkan telah membuka cabang di kota lain. Maafkan saya…selamat tinggal!” Arline mengucapkannya dengan bibir bergetar, pelupuk matanya basah, namun ia menyekanya cepat-cepat, lalu membuka handle pintu tergesa-gesa dan pergi.




















