Teman Baiknya Bikin Perut Bunting Si Pirang Bergoyang

“Ahh .. Bokepi Kusingkap roknya dan tanganku langsung masuk ke celana dalamnya, kutemukan sesuatu yang hangat-hangat lembab disana, sudah basah rupanya. “Gimana vi rasanya?”
“Enak pak.”
Kulihat air matanya berlinang. Kembali kulumat bibirnya, lagi, dia membalasnya dengan penuh semangat. “Waktu kan masih banyak, besok kita ketemu lagi di kantor, dan kapan-kapan kita masih bisa ketemu diluar kantor.”
Dia berdiri dan menghampiriku .. Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi. Pukul setengah tujuh aku bermaksud beres-beres karena penat juga kerja terus, tanpa sengaja aku nengok ke arah pintu ruanganku ternyata Vivi masih ada di mejanya. “Kenapa kamu menangis vi.”
Dia diam tidak menyahut. Dalam kondisi lemas dan masih menungging vivi menerima gerakan maju mundur dariku, mungkin dia tahu kalau aku sebentar lagi mencapai klimaks, dan akhirnya menyemburlah cairan

Teman Baiknya Bikin Perut Bunting Si Pirang Bergoyang

Related videos