Aahh.. “Rumahmu sepi sekali, mana kedua orang tuamu?”
“Ayah dan ibuku bekerja di luar negeri, sedangkan pembantuku sedang mudik lebaran. Bokepi Tinggiku 174 cm, kulitku putih sehingga kurasa penampilanku cukup menarik. Lalu kami memasuki kamarnya, cukup luas juga dan wangi.“Kamar dan rumahmu begini rapi, apa kau yang membersihkannya?”
“Yah, sedikit-sedikitlah”
“Wah hebat sekali, aku tak percaya” Dia tertawa. Sekali lagi aku menepisnya.“Tidak bisa Marlene, semua ini terlalu cepat” aku beralasan. Ummhh..” dia kesulitan mengambil nafas.Aku menggerakkan kepalanya naik turun sekuat tenaga. Kami saat itu ingin meminjam buku yang sama yang ternyata tinggal tersisa satu karena yang lainnya sedang dipinjam. Puting yang berwarna merah jambu dan keras itu langsung kutarik keatas.




















