Sampai di rumah makan itu lalu kami memesan makan dan minum. Bokepi Dijilatinya dan ditelannya semua lendir kenikmatanku yang ada itu tanpa sisa. “Sintia buatin kopi ni”. “udah, cepetan tvnya di matiin dulu”, lanjutku sambil sedikit mendorongnya. baang.. “Mmhh..”, lenguhku.Tak lama setelah itu, kedua toketku dimainkan, dipijat pelan dan mulai dijilat perlahan. “sorry bang, tadi Sintia nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah” jawabku. “nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri,” jawabnya. ngg.. “aku becanda kok” “beneran juga nggak apa-apa. “belum pernah ciuman” jawabnya malu-malu, mukanya memerah. Dia merebahkan tubuhnya tepat disampingku dan langsung memejamkan matanya. Malam pertama lewat begitu aja.




















