Diam-diam ternyata aku juga sering memperhatikan Surya. Tangan Surya perlahan meraih belakang leherku dan menarik tali pengikat bajuku, rupanya dia berusaha membuka pakaian pestaku yang dirasakannya menghalangi pemandangan indah yang sudah dinanti-nantikannya. Bokepi Surya pun menggoyangkan pinggulnya semakin cepat. “Tentu saja aku datang, undangannya sudah kuterima kemarin sore kok.” jawabku. “Kamu pasti datang kan Len?” tanya Lina. Langsung kutarik ikat pinggangnya dan kulepaskan pengail dan resletingnya. Tubuhnya menegang sambil merapat ke tubuhku, nafasnya terengah-engah menikmati permainan yang baru saja kami lalui dengan wktu dan tempo yang cepat. Suasana jadi hening di dalam lift. Aku pun berinisiatif untuk turun ke lantai bawah sekalian hendak ke counter kue dengan maksud hendak membelikan kue untuk anakku.Ketika menunggu lift, aku tersentak ada seorang lelaki menyapaku.




















