Rupanya, begitu aku “turun” dari tubuhnya setelah persetubuhan kami terakhir lewat tengah malam tadi Alia langsung tertidur. Bokepi Jangan gembira dulu, kataku dalam hati. “Ih, elo. Tak ada tanda-tanda penolakan. “Jadi nanti, punyaku yang kedua,” balasku. Kesadaranku berangsur pulih. Alia menolak tubuhku ke samping dan bangkit. Tadinya Aku berencana untuk “keluar” di mulutnya. “Ini kan baru pertama gue izin keluar. Aku tak begitu memperhatikan ceritanya. Bulatan kembar itu memang tak besar, tapi juga tak kecil. Dia duduknya “jauh” sih.Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk. Dia berjanji akan meneleponku ke kantor begitu dia punya peluang yang aman. Ketika hal ini kuutarakan, Alia berjanji nanti pada malam terakhir dia di Jakarta akan minta izin menginap.Tibalah saat yang kunantikan.




















