“OK, OK, gua jawab. Bokepi “Iya nih Neng. Aqu hanya tertawa kerana waktu itu Nia, istriku juga berada disampingku. “Mas Ramelhan…akhhh…” desahnya sambil memalingkan mukanya kesamping mungkin Neng Sabri malu kerana kemaluanku sekarang sudah menjebol batas kesetiaannya kepada suaminya. Memang sih dari tempat kost kami untuk mencapai daerah tempat kerjaqu harus jalan sekitar 100 meter menuju jalan besar yg kemudian harus naik angkot sebanyak dua kali agar bisa sampai ke daerah tujuan kami. Sejak awal memang aqu sudah mengunci pintu kamar ini sehingga aqu sudah bebas kekhawatiran jika ada orang masuk. Neng Sabri kemudian mengangguk tanda setuju, “Boleh mas. And sekedar informasi, dia udah punya suami bro.” kataqu menjelaskan daripada nanti di berondong pertanyaan lagi.




















