“Om, Astrid sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Bokepi Dia terus memainkan Memekku seolah tak puas-puas memperhatikan Memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran.Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Sstt..” rintihku berulang kali. Aku juga bisa mencium bau alkohol dinapasnya, ternyata om baru minum bir, karena dimeja dekat sofa tergeletak beberapa kaleng bir kosong. Belum semuanya masuk, dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas.




















