monggo mas…”Mereka berdua berdiri lalu berpakaian tanpa mengenakan celana dalam lagi. Lalu sebentar kemudian ada yang melongok. Bokepi Setelah menyebutkan nama kota dan dilanjutkan dengan basa basi serta sejarah kedatanganku ke tempat ini, kami diam lagi.“Uwis njuh…” kata teman di pojok seraya berdiri.Yah, mereka sudah selesai.“Kami duluan mas…” pamit orang mengajakku ngobrol tadi.“Monggo.. Jadi sama-sama dan tidak perlu malu. Kontolku juga. Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh.




















