Ketika aku pulang, aku yang menggantikan menjaga kios dan adik masuk untuk belajar.Untuk beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu Pak Toyo. Bokepi Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kirinya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Meski usia ibu sudah berkepala empat tetapi masih cantik dan bentuk tubuhnya masih bahenol dan menarik. “Ayo berteriaklah agar ibumu malu dan seluruh keluargamu tercoreng!” tambahnya dengan suara serak.Sekali lagi aku terperangah. Ada perasaan malu dan takut. “Lho, Bapak kok sudah pulang?” tanyaku dengan sedikit heran. Hal tersebut biasa kulakukan apabila aku sedang tidak kuliah. Apalagi dia kan bekas teman ayah dulu!”. Tetapi aku tetap berusaha bangkit dan dengan tertatih-tatih berjalan ke kamar mandi. Hanya saja aku tahu, apa yang sedang terjadi pada diriku,




















