mmpphh.. Bokepi Kubuka mata dan kutatap wajah Irfan yg tampak serius memijat kakiku. Irfan mengambilkan minuman dan kembali ke kamar memperoleh aku sudah melepas blazer dan sedang memijat betisku. Ini balutannya kenceng banget sih, sampe sakit. occhh..” Aku memajumundurkan pantatku seirama dgn jilatannya pd meqiku, sementara tanganku memberantakan dan menjambak-jambak rambutnya. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu perlahan jadi terasa seakan berjam-jam, meski sebetulnya hanya kurang lebih 20 menit. Kubuka mata dan kutatap wajah Irfan yg tampak serius memijat kakiku. Tidak ada lagi yg bisa kita lakukan tidak hanya berangkat ke dokter. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yg sama dlm hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kita sama-sama maju dan kembali saling berciuman dgn mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu










